SRC Catat Omzet Produk UMKM Rp12,9 Triliun melalui Jaringan Toko Kelontong

Jaringan toko kelontong kembali menunjukkan perannya sebagai saluran distribusi yang dekat dengan masyarakat sekaligus membuka ruang pemasaran bagi produk lokal. PT SRC Indonesia Sembilan menyampaikan bahwa omzet produk UMKM yang dipasarkan melalui jaringan toko kelontong mitranya mencapai Rp12,9 triliun pada 2026. Angka tersebut meningkat 128 persen dibandingkan 2023 berdasarkan Riset KG Media 2026. Capaian ini memperlihatkan bagaimana kolaborasi antara pelaku UMKM dan jaringan ritel berbasis komunitas dapat memperluas akses pasar, meningkatkan aktivitas Bisnis, sekaligus menghadirkan pilihan produk lokal yang semakin beragam kepada konsumen.
Jaringan Toko Kelontong SRC Dorong Perluasan Pasar UMKM
Pengelola jaringan SRC mengungkapkan bahwa nilai penjualan produk usaha mikro, kecil, dan menengah yang dijual melalui jaringan Toko SRC mencapai Rp12,9 triliun pada 2026. Angka tersebut tercatat bertumbuh 128 persen dari posisi 2023 berdasarkan penelitian KG Media 2026. Pertumbuhan ini menunjukkan besarnya potensi toko kelontong sebagai saluran distribusi sekaligus memperluas akses pasar UMKM.
Peningkatan omzet tersebut berkaitan dengan inisiatif Pojok Lokal SRC yang memberikan tempat bagi produk lokal di jaringan toko. Lewat program tersebut, produsen lokal dapat memperluas distribusi melalui jaringan toko lingkungan. Bagi pemilik toko, kehadiran produk UMKM juga memperkaya pilihan produk bagi pelanggan. Sinergi antara toko dan UMKM dapat mendorong pertumbuhan bersama.
Program Pojok Lokal Menjadi Kanal Distribusi Produk Daerah
Inisiatif pemasaran produk UMKM di toko SRC dirancang untuk membuka akses penjualan yang lebih luas. Manajemen SRC melalui Romulus Sutanto menjelaskan bahwa toko kelontong dapat menjadi penghubung penting dalam ekosistem usaha ketika menjadi bagian dari jaringan usaha dan komunitas sekitarnya. Melalui Pojok Lokal, produk UMKM memperoleh kesempatan lebih besar untuk dikenal.
Bagi produsen lokal, kemampuan memasuki jaringan ritel menjadi unsur yang menentukan perluasan pasar. Produk yang sudah siap dijual namun belum memiliki banyak titik pemasaran dapat mengalami kesulitan meningkatkan volume penjualan. Jaringan Toko SRC dapat membantu memperluas kehadiran produk di pasar. Ketika produk hadir lebih dekat dengan pelanggan, potensi penjualan dapat berkembang.
Jaringan Toko Kelontong Menjadi Kekuatan Distribusi Produk Lokal
Ritel lingkungan mempunyai keunggulan berupa kedekatan dengan konsumen. Tidak seperti pasar yang sulit dijangkau produsen kecil, toko kelontong berada langsung di lingkungan pelanggan. Keunggulan tersebut dapat menjadi keuntungan bagi produsen lokal karena produk tersedia pada titik belanja sehari-hari.
Mengacu pada keterangan SRC, SRC telah berkembang menjadi jaringan dengan lebih dari 250 ribu toko di berbagai wilayah Indonesia. Jaringan tersebut juga mencakup komunitas pemilik toko serta mitra distribusi dalam jumlah besar. Skala jaringan tersebut memberikan jalur pasar yang beragam bagi produk lokal yang sesuai dengan karakter pelanggan.
Kolaborasi Antarritel Memperkuat Kemampuan Pelaku Usaha
Tidak hanya menyediakan saluran penjualan, SRC juga mengembangkan komunitas pemilik toko. Komunitas tersebut berfungsi sebagai wadah berbagi pengalaman. Berdasarkan hasil penelitian KG Media tahun 2026, sekitar 86 persen pemilik Toko SRC menganggap komunitas tersebut membantu pengembangan jaringan dan ide Bisnis.
Pertukaran pengalaman dapat membantu pemilik toko menghadapi berbagai tantangan. Seorang pemilik toko mungkin mampu mengembangkan pelayanan pelanggan, sementara anggota lain mempunyai strategi berbeda. Ketika pengetahuan tersebut dibagikan, pengembangan toko tidak hanya bergantung pada pengalaman individu. Model komunitas seperti ini dapat mendorong toko berkembang secara lebih terarah.
Dampak Pertumbuhan Omzet terhadap Pelaku UMKM dan Pemilik Toko
Nilai penjualan produk UMKM sebesar Rp12,9 triliun memberikan gambaran mengenai besarnya aktivitas transaksi dalam ekosistem SRC. Peningkatan lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2023 juga menggambarkan ekspansi penjualan yang kuat. Namun, untuk produsen lokal, nilai tersebut perlu dimanfaatkan sebagai kesempatan memperbaiki kualitas dan kesiapan pasokan.
Apabila produk masuk ke lebih banyak titik penjualan, pelaku UMKM perlu menjaga standar barang yang dipasarkan. Ketersediaan stok, informasi produk yang jelas, dan struktur biaya yang sehat menjadi unsur yang perlu dikelola. Apabila kapasitas tidak mengikuti pertumbuhan permintaan, perluasan pasar dapat menjadi tantangan. Karena itu, pertumbuhan jaringan serta kapasitas Bisnis perlu dikelola secara terintegrasi.
Cara Produk Lokal Memaksimalkan Peluang di Toko Kelontong
Pelaku UMKM yang ingin memperluas pemasaran melalui toko kelontong perlu mempelajari karakter pembeli. Penawaran yang memiliki manfaat jelas cenderung lebih menarik bagi pemilik toko. Selain itu, informasi harga yang jelas dapat meningkatkan kenyamanan pemilik toko dalam menawarkan barang. Pelaku UMKM sebaiknya memantau penjualan berdasarkan lokasi untuk mengembangkan produk berdasarkan data.
Komunikasi dengan mitra ritel juga perlu dijaga. Pengetahuan tentang manfaat barang dapat dijelaskan kepada mitra agar penjual memahami nilai barang. Evaluasi berkala kemudian dapat menjadi dasar pengembangan Bisnis. Kombinasi informasi pasar serta kemitraan dapat meningkatkan peluang produk bertahan di pasar.
Penutup: Kolaborasi Ritel dan UMKM Memperkuat Ekosistem Bisnis
Capaian omzet Rp12,9 triliun pada 2026 menunjukkan potensi besar jaringan toko kelontong. Kenaikan 128 persen dibandingkan 2023 menunjukkan perkembangan signifikan dalam pemasaran produk UMKM. Ruang khusus bagi produk lokal menjadi kanal yang membantu UMKM hadir lebih dekat dengan masyarakat.
Bagi pelaku UMKM, peluang distribusi yang semakin besar perlu didukung kesiapan operasional. Sementara itu, pelaku toko kelontong dapat menambah pilihan barang yang relevan untuk meningkatkan daya tarik toko. Kerja sama yang saling mendukung dapat menciptakan pertumbuhan yang lebih luas. Bagikan pendapat Anda mengenai strategi memperluas pasar produk UMKM agar diskusi semakin bermanfaat.







